Sebuah Catatan tentang Hujan…


Bukanlah tidur nyenyakku, malam ini. Aku terbaring di tempat tidur dan menunggu lelapku membuat pening isi kepala. Pemadaman listrik yang terlalu sering terasa bumbu pening yang makin menjadi. Apakah ini sebuah keluhan? Badan yang tak sakit menjadi sakit.

Beberapa saat kemudian, aku bisa merasakan wajahku dibelai angin sepoi-sepoi. Dahi berkeringatku akhirnya merasa menemukan hiburan. Aku meringis saat merasakan beberapa tetesan di wajahku dan membuka mataku hanya untuk menyadari bahwa di luar sedang hujan. Tetesan kecil itu melambung ke wajahku setelah menabrak kereiku. Dengan mata terbelalak, masih bermalas-malasan, kulihat garis-garis penerangan menerangi kerei dan aku membiarkan wajahku mengambil semua tumpahan tetesan.

“Hujan yang tak terhenti di semua musim” gumamku

Setiap tetes yang menabrak mukaku menunjukkan sebuah slide kenangan. Langit yang menderu, pencahayaan nan remang, kegelapan dan keheningan, kecuali suara huja, terlalu masyuk bagiku untuk mengingat semua kenangan indah…. ya yang indah itu. Setiap setetes pun membawaku ke jalur ingatanku.

Yang pertama membawaku ke masa kecilku dimana aku bisa berlari ke sana kemari, bermain dengan hujan. Aku suka hujan, saat itu.

Dan yang kedua terlalu cepat mengingatkanku pada masa mudaku, ketika kami berbagi payung, berjalan beriringan saat pulang sekolah. Kamu bukan milikku saat itu, tapi aku menaksirmu. Jatuh cinta untuknya sangat mudah, seperti hujan, tapi luka akibat jatuhnya membaurkanku dalam berbagai bentuk, aku tidak bisa mengumpulkan diri untuk berdiri sama sekali sebagai satu unit tetesan.

Dan yang ketiga, tetesan ini mengingatkan gerimis siang hari ketika calon suami bertandang. Alunan musik jazz dari Cafe Dago atas selalu membuat kami merindukan Bandung. Perlahan, aku mendapatkan kembali inderaku, melompat kembali ke masa lalu tidaklah semudah itu.

Menghidupkan kembali apa yang dulu terobsesi dan kemudian kembali ke kenyataan adalah bagian tersulit yang bisa dialami seseorang.

Namun tidak bagiku, karena saat ini dia ada bersamaku.#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s