Belajar “Tanggung Jawab”

Hidup ini indah, betul sekali.  Tetapi, hidup tidak pernah dapat terlepas dari masalah.  Oleh karena itu, setiap individu sudah seharusnya belajar satu hal yang penting, yaitu tanggung jawab.  Sejak kapan tanggung jawab harus sudah mulai ditanamkan?  Tentunya sejak dini.

Dari anak berumur di bawah 3 tahun, banyak hal yang dapat mulai diperkenalkan belajar tanggung jawab.  Contoh sederhana adalah, pada saat anak-anak diajak jalan-jalan ke mall, dan dihadapkan dnegan berbagai permainan yang menarik untuk dibeli, sebaiknya anak-anak sudah diarahkan untuk memilih salah satu permainan, bukan membeli semua permainan.  Dengan mainan yang dipilihnya, anak-anak harus sudah dapat ditanamkan untuk merawatnya, dan tidak mempunyai keinginan lagi setelah melihat mainan temannya.  Dengan demikian, anak sudah dilatih untuk menentukan pilihan dan bertanggung jawab dengan sesuatu yang dipilihnya.

Contoh lain adalah, pada saat anak memilih makanan di restoran, maka anak-anak harus bertanggung jawab terhadap makanan yang dipilihnya, diarahkan untuk tidak meninggalkan makanannya untuk memilih makanan lainnya.  Dengan cara tersebut, anak-anak sudah mulai dilatih untuk berpikir sebelum menentukan pilihan.

Tanggung jawab ini akan diterapkan dalam kehidupan mereka  sehari-hari setelah mereka besar nanti.  Pada umur-umur selanjutnya, anak-anak sudah mulai diajarkan untuk menggosok gigi sendiri, menyiapkan peralatan mereka sendiri, ini adalah salah satu cara untuk memperkenalkan tanggung jawab.  Sudah tidak pada tempatnya, jika seorang anak SD masih dimandikan oleh ibunya.  Jika terjadi demikian, maka orangtua tidak memberikan kesempatan anak-anaknya untuk belajar mandiri.

Begitu juga halnya dengan seorang pimpinan yang tidak memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk berkembang, sehingga tidak mencoba memberikan kepercayaan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar.  Alhasil, dalam setiap masalah karyawan tidak sanggup untuk mengurai masalah dan menemukan solusinya.  Dalam hal ini, karyawan seringkali tidak memberikan kesempatan kepada pimpinan untuk memberikan kepercayaan, karena setiap kali diberi kesempatan karyawan tidak mengoptimalkan kemampuannya dalam menangani tugas yang diberikan.  Dalam proses aplikasi tanggung jawab di tempat kerja, diperlukan kedua belah pihak agar dapat saling bekerja sama.  Pimpinan memberikan kesempatan dan karyawan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan sebaik mungkin.

Ini hanya sebagian kecil contoh sederhana dalam pelatihan tanggung jawab yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.  Mudah-mudahan berguna.# (110719)

4 thoughts on “Belajar “Tanggung Jawab”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s