Kecak under the Sunset


Kecak is most unique of Bali’s dance. Kecak is not accompanied by music instrument / gamelan or any kind of music, but accompanied by a choir of about 70 men. This dance is derived from a type of sacral dance  “Sang Hyang”. In dance of Sang Hyang, a man who is possessed spirits communicate with the gods or ancestors who have been washed.  By using the dancer as a media liaison of the gods or ancestors to be able to convey his words.  In 1930 began the epic story of Ramayana is inserted into the dance.

In this stage, we can enjoy the sunset, meanwhile we watching the dance.

The short story:

Because the bad sense of Dewi Kakayi (Stepmother), Sri Rama, legitimate heir of the kingdom of Ayodya exiled from the palace of Prabu Dasa Rata (father). Accompanied by his younger brother and his loyal wife, Sri Rama went to the forest Dandaka. By the time they were in the woods, where they are known by the King Dasamuka (Rahwana), a despotic king. Rahwana captivated by the beauty of Sita. Seeks Rahwana abducted Sita. Rahwana assisted by Patih Marica. With his power, Giant Marica transformed into a beautiful golden deer and agile, so it managed to separate Sita from Rama and Laksamana. Rahwana use this opportunity to abduct Sita and carried it off into the temple of Alengka Pura.

Rama and admirals trying to rescue Sita. The assistance of the army of macaques with the leadership of Hanuman, they managed to defeat the army of Rahwana led by Meganada (son of Rahwana). Rama won his wife back safely.

IDR 100k/ person.  If we buy online, we can get cheaper price. The price is exclude entrance ticket (idr 20k – 1dr 30k)

Google Map : http://goo.gl/maps/MfwIo

www.uluwatukecakdance.com

Office :

Jl. Raya uluwatu Pecatu, Desa Pecatu
Kecamatan Kuta Selatan,

Badung -Bali 80361
E-mail : sales@uluwatukecakdance.com

 

Kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik.  Kecak tidak diiringi dengan alat music/ gamelan apapun, tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria.  Tari ini berasal dari jenis tari sacral “Sang Hyang”.  Pada tari Sang Hyang, seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan.  Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur untuk dapat menyampaikan sabdanya.  Pada tahun 1930-an mulai disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam tari tersebut.

Cerita singkatnya :

Karena akal jahat Dewi Kakayi (Ibu Tiri), Sri Rama, putra mahkota yang sah dari kerajaan Ayodya diasingkan dari istana sang Prabu Dasa Rata (sang Ayah).  Dengan ditemani adik laki-lakinya dan istri setianya, Sri Rama pergi ke hutan Dandaka.  Pada saat mereka berada di hutan, keberadaan mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana), seorang raja yang lalim.  Rahwana terpikat oleh kecantikan Dewi Sita.  Rahwana berupaya menculik Dewi Sita.  Rahwana dibantu oleh patih Marica.  Dengan kesaktiannya, Raksasa Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah, sehingga  berhasil memisahkan Sita dari Rama dan laksamana.  Rahwana menggunakan kesempatan ini untuk menculik Sita dan membawanya kabur ke Alengka Pura.

Rama dan laksamana berusaha menolong Sita.  Atas bantuan tentara kera dengan pimpinan Hanoman, maka mereka berhasil mengalahkan tentara Rahwana yang dipimpin oleh Meganada (anak Rahwana).  Rama berhasil merebut istrinya kembali dengan selamat.

Tips :

#1. Konter tiket & stage kecak terletak di sisi tebing sebelah selatan di dalam kawasan wisata Pura Uluwatu. Google Map : http://goo.gl/maps/MfwIo

 

#2. Untuk kenyamanan kunjungan anda, sangat direkomendasikan untuk sudah di Pura Uluwatu jam 17:00, agar dapat menikmati view disekitar pura.

 

#3. Harga belum termasuk Tiket masuk/Entrance fee Pura Uuwatu, dibayarkan cash di pintu masuk Pura Uluwatu ; WNI Rp. 20.000/org, WNA Rp. 30.000/org (sudah termasuk penyewaan kain/selendang)

 

#4. Jika diperlukan anda dapat menyewa local guide untuk mengantar anda berkeliling. Sangat direkomendasikan dimulai dari sisi pintu masuk utara untuk dapat menikmati view di sisi tebing sebelah utara kemudian bergerak ke arah selatan dan berakhir di Stage kecak uluwatu.

 

#5. Berpakianlah yang sopan, direkomendasikan untuk menggunakan pakian yg tertutup.

 

#6. Jangan terlalu dekat atau memberikan makanan kepada monyet jika tidak ditemani oleh petugas/pawang monyet. 

 

#7. Lengkapi diri anda dengan mineral water untuk menghindari dehidrasi akibat cuaca yang panas dan dapat di beli di parkir sebelum anda memasuki kawasan pura.

 

#8. Segera laporkan ke petugas terdekat jika anda mengalami kecelakaan/kehilangan barang.

 

#9. Harap memasuki stage 30 menit sebelum pementasan di mulai, anda dapat memilih tempat duduk yang paling anda inginkan dan/atau akan diarahkan oleh petugas kami. Keterlamabatan kedatangan akan menjadi tanggung jawab pemegang voucher.

Uluwatu Temple: “Kecak & Fire Dance Under the Sunset”


Kecak is one of famous Balinese Culture Show.  Don’t say you visit Bali without enjoying Kecak & Fire Dance at Uluwatu Temple, Desa Adat Pecatu at 08:00.  The show starts at 06:00 pm when the sunset began. Before getting into the area of the show, we had to pay admission and should wear sarong / scarves that can be borrowed at the entrance area. The entrance fee is around Rp 100,000 / person.

Kecak is the most unique Balinese dance which is not accompanied by any orchestra/ gamelan, but by a choir of seventy men it has its origin in an old ritual dance “Sanghyang or Trance Dance”.  In the Sahyang dance a person in a state of trance communicates with the deities or ancestors.  Using the dancers as medium, the deities or ancestors convey their wishes in the 1930’s the old Indian epic Ramayana was include into the dance.

Due to a wise prince Ayodya Rama the legal heir to the throne of Ayodya was exiled from the realm of his father Dasarata. Accompanied by his wife Sita and his young brother Laksamana they wen into a forest called Dandaka.  While they were in the forest the demon king Rahwana found them and lusted after the beautiful SIta.  Accompanied by his prime Minister Marica, they made a trick to steal Sita.  Using his magic power Marica transformed himself into golden deer.  Disguised as a golden deer they succeed in luring Rama and Laksamana away from Sita.  Rahwana making use of this opportunity, kidnapped Sita and took her to palace Alengka.  Discovering the deception Rama and Laksamana, set out to rescue Sita from the clutched of the demon King assisted by the huge army of monkeys under the command of their king (Hanoman).  Rama Succeeded in getting his wife back safely.#

DSC_0253DSC_0211DSC_0251 DSC_0250 DSC_0249 DSC_0248 DSC_0247 DSC_0246 DSC_0245 DSC_0244 DSC_0243 DSC_0242 DSC_0241 DSC_0240 DSC_0239 DSC_0238 DSC_0230 DSC_0231 DSC_0232 DSC_0233 DSC_0234 DSC_0235 DSC_0236 DSC_0237 DSC_0229 DSC_0228 DSC_0227 DSC_0226 DSC_0224 DSC_0223 DSC_0222 DSC_0214 DSC_0207 DSC_0208 DSC_0212 DSC_0202 DSC_0201 DSC_0199 DSC_0195 DSC_0194 DSC_0193 DSC_0190 DSC_0188 DSC_0187 DSC_0186 DSC_0184 DSC_0163 DSC_0154 DSC_0151 DSC_0143 DSC_0141 DSC_0140 DSC_0139DSC_0294DSC_0292DSC_0291DSC_0290DSC_0289DSC_0288DSC_0287DSC_0286DSC_0285DSC_0284DSC_0283DSC_0282DSC_0281DSC_0280DSC_0279DSC_0278DSC_0277DSC_0276DSC_0275DSC_0274DSC_0273DSC_0272DSC_0271DSC_0270DSC_0269DSC_0268DSC_0267DSC_0266DSC_0265DSC_0264DSC_0261DSC_0260DSC_0259DSC_0258DSC_0257DSC_0255DSC_0254DSC_0252DSC_0251DSC_0250DSC_0249DSC_0248DSC_0247DSC_0246DSC_0245DSC_0244DSC_0243DSC_0242DSC_0241DSC_0240DSC_0239DSC_0238DSC_0237DSC_0236DSC_0235DSC_0234DSC_0233DSC_0232DSC_0231DSC_0230DSC_0229DSC_0163DSC_0154DSC_0151DSC_0143DSC_0149DSC_0141DSC_0140DSC_0139