Reminder #2


Thinking positive doesn’t make me a better person.  To be a better person, I have to put in my work.  I need to build  a newer version of myself.  A hard work will prepare myself for extraordinary destiny.#

Berpikir positif tidak membuat saya menjadi orang yang lebih baik.  Untuk menjadi orang yang lebih baik, Saya perlu membangun “diri saya versi baru”.  Kerja keras akan mempersiapkan saya kepada takdir yang luar biasa.#

DSC_0181

Reminder #1


When we stop our step,
on the  “blame” stairs….
The conscience untouched
to fix whatever happened

Try to understand & Be understanding
so we become part of the solution.#

DSC_0186

Relax : Being who I am is not Forbidden


The human mind often creates problems that don’t even exist. Let’s learn to chill out and relax (Yogainspiration).    Today’s mantra : Feelings are just visitors.  Let them come and go (Mooji).#

Kecak under the Sunset


Kecak is most unique of Bali’s dance. Kecak is not accompanied by music instrument / gamelan or any kind of music, but accompanied by a choir of about 70 men. This dance is derived from a type of sacral dance  “Sang Hyang”. In dance of Sang Hyang, a man who is possessed spirits communicate with the gods or ancestors who have been washed.  By using the dancer as a media liaison of the gods or ancestors to be able to convey his words.  In 1930 began the epic story of Ramayana is inserted into the dance.

In this stage, we can enjoy the sunset, meanwhile we watching the dance.

The short story:

Because the bad sense of Dewi Kakayi (Stepmother), Sri Rama, legitimate heir of the kingdom of Ayodya exiled from the palace of Prabu Dasa Rata (father). Accompanied by his younger brother and his loyal wife, Sri Rama went to the forest Dandaka. By the time they were in the woods, where they are known by the King Dasamuka (Rahwana), a despotic king. Rahwana captivated by the beauty of Sita. Seeks Rahwana abducted Sita. Rahwana assisted by Patih Marica. With his power, Giant Marica transformed into a beautiful golden deer and agile, so it managed to separate Sita from Rama and Laksamana. Rahwana use this opportunity to abduct Sita and carried it off into the temple of Alengka Pura.

Rama and admirals trying to rescue Sita. The assistance of the army of macaques with the leadership of Hanuman, they managed to defeat the army of Rahwana led by Meganada (son of Rahwana). Rama won his wife back safely.

IDR 100k/ person.  If we buy online, we can get cheaper price. The price is exclude entrance ticket (idr 20k – 1dr 30k)

Google Map : http://goo.gl/maps/MfwIo

www.uluwatukecakdance.com

Office :

Jl. Raya uluwatu Pecatu, Desa Pecatu
Kecamatan Kuta Selatan,

Badung -Bali 80361
E-mail : sales@uluwatukecakdance.com

 

Kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik.  Kecak tidak diiringi dengan alat music/ gamelan apapun, tetapi diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria.  Tari ini berasal dari jenis tari sacral “Sang Hyang”.  Pada tari Sang Hyang, seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan.  Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur untuk dapat menyampaikan sabdanya.  Pada tahun 1930-an mulai disisipkan cerita epos Ramayana ke dalam tari tersebut.

Cerita singkatnya :

Karena akal jahat Dewi Kakayi (Ibu Tiri), Sri Rama, putra mahkota yang sah dari kerajaan Ayodya diasingkan dari istana sang Prabu Dasa Rata (sang Ayah).  Dengan ditemani adik laki-lakinya dan istri setianya, Sri Rama pergi ke hutan Dandaka.  Pada saat mereka berada di hutan, keberadaan mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana), seorang raja yang lalim.  Rahwana terpikat oleh kecantikan Dewi Sita.  Rahwana berupaya menculik Dewi Sita.  Rahwana dibantu oleh patih Marica.  Dengan kesaktiannya, Raksasa Marica menjelma menjadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah, sehingga  berhasil memisahkan Sita dari Rama dan laksamana.  Rahwana menggunakan kesempatan ini untuk menculik Sita dan membawanya kabur ke Alengka Pura.

Rama dan laksamana berusaha menolong Sita.  Atas bantuan tentara kera dengan pimpinan Hanoman, maka mereka berhasil mengalahkan tentara Rahwana yang dipimpin oleh Meganada (anak Rahwana).  Rama berhasil merebut istrinya kembali dengan selamat.

Tips :

#1. Konter tiket & stage kecak terletak di sisi tebing sebelah selatan di dalam kawasan wisata Pura Uluwatu. Google Map : http://goo.gl/maps/MfwIo

 

#2. Untuk kenyamanan kunjungan anda, sangat direkomendasikan untuk sudah di Pura Uluwatu jam 17:00, agar dapat menikmati view disekitar pura.

 

#3. Harga belum termasuk Tiket masuk/Entrance fee Pura Uuwatu, dibayarkan cash di pintu masuk Pura Uluwatu ; WNI Rp. 20.000/org, WNA Rp. 30.000/org (sudah termasuk penyewaan kain/selendang)

 

#4. Jika diperlukan anda dapat menyewa local guide untuk mengantar anda berkeliling. Sangat direkomendasikan dimulai dari sisi pintu masuk utara untuk dapat menikmati view di sisi tebing sebelah utara kemudian bergerak ke arah selatan dan berakhir di Stage kecak uluwatu.

 

#5. Berpakianlah yang sopan, direkomendasikan untuk menggunakan pakian yg tertutup.

 

#6. Jangan terlalu dekat atau memberikan makanan kepada monyet jika tidak ditemani oleh petugas/pawang monyet. 

 

#7. Lengkapi diri anda dengan mineral water untuk menghindari dehidrasi akibat cuaca yang panas dan dapat di beli di parkir sebelum anda memasuki kawasan pura.

 

#8. Segera laporkan ke petugas terdekat jika anda mengalami kecelakaan/kehilangan barang.

 

#9. Harap memasuki stage 30 menit sebelum pementasan di mulai, anda dapat memilih tempat duduk yang paling anda inginkan dan/atau akan diarahkan oleh petugas kami. Keterlamabatan kedatangan akan menjadi tanggung jawab pemegang voucher.

On The Table


Sitting in this cafe after walking 60 minutes a the beach.  Enjoying my chocolate ice cream, waiting the sunset.  My walking became useless, but my relaxing feel deeper <3.  What a wonderful day ❤

No Competition in Yoga


No Competition in Yoga.  Don’t be so hard on yourself. Be patient to yourself.

The secret to living well and longer is : eat half, walk double, laugh triple and love without measure. # (Tibetan Proverb)